Kajian Ergonomi dan Paparan Kebisingan di Industri Mikro Produksi Gula Merah Desa Kajar Kudus: Implikasi terhadap Produktivitas dan Kesehatan

Authors

  • Nabila Hikmatul Azka Politeknik Rukun Abdi Luhur, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia Author
  • Tia Nely Agustin Author

Keywords:

HIRARC; REBA; kebisingan; ergonomi

Abstract

Proses pekerjaan di industri mikro produksi gula merah memiliki beberapa potensi bahaya yang memiliki risiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja. Kondisi tempat kerja yang panas, serta durasi pekerjaan yang melebihi dari 8 jam membuat pekerja mudah lelah dan kurang fokus selama melakukan pekerjaan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data primer dimulai dari observasi pada lingkungan kerja pembuatan gula merah dan identifikasi bahaya secara keseluruhan menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment Control (HIRARC), pengukuran bahaya kebisingan menggunakan sound level meter dan bahaya ergonomi menggunakan metode metode Rapid Entire Body Asessment (REBA). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui potensi bahaya yang terjadi dan menganalisis lebih dalam terkait risiko bahaya yang paling tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya yang paling tinggi menimbulkan risiko adalah bahaya kebisingan dan bahaya ergonomi. Hasil pengukuran kebisingan menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu pada mesin diesel 102,82 dB dan pada pekerja penggiling tebu 90,56 dB. Hasil pengukuran risiko ergonomi menggunakan metode REBA terhadap tiga pekerja menunjukkan skor akhir di atas 12, yang mengindikasikan tingkat risiko ergonomi sangat tinggi dan memerlukan perbaikan segera.

Published

2026-06-09

How to Cite

Kajian Ergonomi dan Paparan Kebisingan di Industri Mikro Produksi Gula Merah Desa Kajar Kudus: Implikasi terhadap Produktivitas dan Kesehatan. (2026). Jurnal Siaga: Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja , 1(1), 23-31. https://ejournal.poltekun.ac.id/index.php/siaga/article/view/4