Kajian Ergonomi dan Paparan Kebisingan di Industri Mikro Produksi Gula Merah Desa Kajar Kudus: Implikasi terhadap Produktivitas dan Kesehatan
Keywords:
HIRARC; REBA; kebisingan; ergonomiAbstract
Proses pekerjaan di industri mikro produksi gula merah memiliki beberapa potensi bahaya yang memiliki risiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja. Kondisi tempat kerja yang panas, serta durasi pekerjaan yang melebihi dari 8 jam membuat pekerja mudah lelah dan kurang fokus selama melakukan pekerjaan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data primer dimulai dari observasi pada lingkungan kerja pembuatan gula merah dan identifikasi bahaya secara keseluruhan menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment Control (HIRARC), pengukuran bahaya kebisingan menggunakan sound level meter dan bahaya ergonomi menggunakan metode metode Rapid Entire Body Asessment (REBA). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui potensi bahaya yang terjadi dan menganalisis lebih dalam terkait risiko bahaya yang paling tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya yang paling tinggi menimbulkan risiko adalah bahaya kebisingan dan bahaya ergonomi. Hasil pengukuran kebisingan menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu pada mesin diesel 102,82 dB dan pada pekerja penggiling tebu 90,56 dB. Hasil pengukuran risiko ergonomi menggunakan metode REBA terhadap tiga pekerja menunjukkan skor akhir di atas 12, yang mengindikasikan tingkat risiko ergonomi sangat tinggi dan memerlukan perbaikan segera.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nabila Hikmatul Azka (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
By submitting a manuscript to JURNAL SIAGA: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, authors confirm that the work is original, has not been previously published (except in limited forms such as abstracts or theses), is not under consideration elsewhere, and has received approval from all authors and relevant institutions. Authors are also responsible for obtaining permission to reproduce any copyrighted material and agree to comply with the journal’s licensing and copyright policies.
Authors retain the copyright of their work while granting the journal the right of first publication. Published articles are distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0) license, allowing others to share and adapt the work with proper attribution. Authors may also distribute the published version through repositories, books, or other platforms, provided that the original publication in the journal is acknowledged.
The journal promotes open science and research transparency by encouraging authors to share the data, software, code, and research protocols underlying their studies. These materials should be deposited in trusted repositories and accompanied by persistent identifiers such as DOIs. While exceptions are allowed in special circumstances, authors must provide a written justification. The journal supports various open-data licenses and seeks to maximize the accessibility, reproducibility, and long-term availability of published research outputs.